Penghijauan Sebagai Wujub Nyata Perlindungan Bumi

           Pada bulan September tanggal 23 tahun 2019, para santri serta ustadz/ustadzah SMAIT Ruhul Jadid melakukan kunjungan di Southeast Asian Ministers of Education Organization SEAMEO atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Asia Tenggara atau yang biasa disingkat dengan BIOTROP yang didirikan pada tanggal 30 November 1965 untuk mendorong kerjasama antar bangsa-bangsa Asia Tenggara melalui kegiatan pendidikan, sains dan budaya. Para santri SMAIT Ruhul Jadid melakukan kunjungan ke BIOTROP dengan tujuan untuk menambah ilmu tentang alam dan penghijauan. Dikarenakan sekolah kami merupakan sekolah dengan mengambil jurusan IPA sebagai tujuan pembelajaran utama.

           Dengan mengambil tema ADIWIYATA atau sekolah penghijauan, akan sangat berguna atau bermanfaat kunjungan yang kami lakukan ini sebagai sarana prasarana terealisasikannya tema sekolah kami.

           Hidroponik merupakan salah satu cara yang kami pergunakan sebagai teknik penanaman tanaman yang lebih efektiv. Hidroponik merupakan teknik menanam tanpa menggunakan media tanah melainkan media air. Hidroponik ini juga tidak memakan banyak tempat. Mengapa tidak memakan banyak tempat? Dikarenakan media tanam yang digunakan adalah media tanam rockwol yang lebih praktis dan memiliki lebih banyak manfaat. Rockwol ini juga dapat membuat tanaman tumbuh lebih cepat dibandingkan menggunakan media tanah.

          Dan ini juga menjadi salah satu alasan kami mengunjungi BIOTROP. Agar kami lebih paham dan mengerti bagaimana cara penanam dengan teknik Hidroponik yang baik dan benar agar meminimalisir gagalnya tanaman yang akan kami tanam tersebut. Karena kami tidak hanya menanam tanaman tetapi juga nantinya akan kami jualkan kepada masyarakat-masyrakat umum hasil tanaman yang sudah kami tanam menggunakan teknik Hidroponik ini.

          Selain mengunjungi bagian Hidroponik, kami juga mengunjungi bagian budidaya jamur. Jamur ini juga salah satu tanaman yang akan kami kembangakan di sekolah kami. Disana kami diberi tahukan bagaimana cara efektiv untuk membudidayakan jamur yang sebenernya dan bagaimana cara penempatannya agar jamur dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

         Di BIOTROP, mereka menggunakan media tanam yang dinamakan baglog. Baglog sendiri berbentuk seperti tabung  yang berdiameter kurang lebih 12 cm. Dengan komposisi sebagai berikut:

  • Serbuk kayu 100 g
  • Dedak 15%
  • Tepung  jagung 5%
  • Kayu dolomit 1,5%
  • Gypsum 1,5%
  • Air 60%

Mereka juga memiliki cara-cara bagaimana baglog ini dapat dipergunakan untuk media tanam jamur yang berkualitas. Cara-caranya yaitu,Dari semua komposisi yang disebutkan diatas, campurkan lalu ditutup dengan terpal lalu dikompos selama 1 malam, kemudian dimasukan kedalam kantong plastic tahan panas dan diikat.

Setelah menjadi baglog kemudian dikukus selama 4-6 jam, lalu dinginkan dalam 1 hari dan tahap yang terakhir yaitu tahap penaburan jamur (inokulasi). Dalam tahap penaburan jamur ini sangat memerlukan tempat yang steril dan lembab agar jamur tersebut tidak tercampur oleh organisme lain.

 Untuk mengembangkan jamur di sekolah kami, pihak sekolah sudah membeli baglog dari yang sudah dibuat dari BIOTROP langsung dan kami hanya perlu merawat dan menjaga supaya jamur dapat tumbuh dengan yang sebenarnya.

Masih ada 4 tempat lain yang kami kunjungi di BIOTROP diantaranya adalah LAB Kultur jaringan,Aquaponik,Entomologi dan pengomposan. Di 4 tempat tersebut kami juga banyak mempelajari menanam tanaman menggunakan media tanam yang lebih efektiv dan dengan cara yang tidak terlalu sulit. Namun cara-cara itu tidak kami kembangkan disekolah kami karena tidak tersedianya bahan-bahan yang mendukung dan caranya pun tidak terlalu mudah dan perlu menggunakan alat-alat khusus.

Kami para santri serta ustadz/ustadzh SMAIT Ruhul Jadid sebisa mungkin mengembangakan sekolah kami sebagai sekolah yang sehat dan dapat mengurangi rusaknya bumi diakibatkan tanaman yang terus menerus berkurang akibat ulah dari manusia. Suksesnya program sekolah kami ini juga dapat berpengaruh terhadap suksesnya bumi yang akan kami sembuhkan kembali.

kegiatan Kunjungan edukasi Santriwati SMAIT ruhul Jadid ke salah satu kampus dibogor yaitu IPB,dalam rangka mempelajari Hydroponik yang terdapat dalam kurikulum problem Basic Learning

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *